Hari jumat kemarin, 18 Mei 2012 sengaja kuikutkan diriku untuk pergi ke Jogja bersama rombongan teman-teman Hinduku untuk Tirta Yatra mengunjungi Pura-Pura di kota Jogja. Pengalaman yang luar biasa!!
Jujur ini adalah kali pertamaku ke Jogja :Peace
Jogja adalah kota yang asyik dan aku ingin kembali ke sana lagi. Yah panasnya sih gak sepanas di Surabaya atau Denpasar, tapi kotanya tidak sebesar Surabaya atau Bandung. Yang aku suka dari Jogja adalah tradisionalnya Jogja itu tetap ada dan terpelihara sampai sekarang. Bisa dibilang Jogja ini kotanya bener-bener membawa kita merasakan liburan. Mungkin aku menemukan gaya liburan yang baru selain liburan khas Pulau Dewata (ya iyalah secara tinggal di sana).
Malioboro adalah jalan paling terkenal seantero kota Jogjakarta – tapi menurutku biasa aja. Aku gak suka Malioboro, terlalu padat menurutku. Tidak jelas apa yang ingin kucari di sana. Tapi aku sangat excited ketika naik andong. Jujur aku bingung kenapa kuda-kuda itu bisa nurut sama Kusirnya, dan ikut berhenti mengikuti Trafic Light. Jalan-jalan dan bangunan-bangunan kota Jogja adalah objek wisata paling yahud! Mungkin bangunan ini tetap eksis karena adanya pengaruh dari Keraton yang masih kental di Jogja.
Alkid alias Alun-alun kidul, aku bermain-main dengan kawan-kawanku di sini. Banyak permainan menarik di sini. Aku mencoba dua kali berjalan ke arah beringin kembar dan kedua-duanya gagal. Becak kreasi ini bener-bener kreatif. Aku suka bermain-main di Alkid. Aku suka naik becak (jadi inget pas kecil suka naik becak). Tapi aku gak suka jalan di Malioboro.
Aku bakal cerita tentang Seminar TA ku. Tunggu saja.. Tugas kuliah menanti. Liburan di Jogja ini pun rasanya seperti dikejar-kejar tugas, gak enak banget liburan dikejar-kejar tugas.
Buat temen-temen yang butuh referensi buat ngerjain Software Requirement Spesification (SRS) dan Software Design Description (SDD) bisa didownload di sini.
Setelah menahan keinginan buat punya monitor baru, akhirnya kesampean juga. Kemaren sempat browsing-browsing ganteng di kaskus, nemu kaskuser ngejual LEDnya. Gak pake basa basi, gw sms orang yg ngejualnya. Walopun gw beli second, tapi masih bagus lah..
Gw beli LG LED E1941 dengan harga 700 ribu rupiah, kalo harga barunya masih sejuta lebih.. Gedenya lumayan, 18,5 inch.
Sebenernya bukan cuma pengen punya monitor, gw pengennya punya kompie desktop buat nggarap tugas akhir. Biar kuat digeber gitu, kasian ini laptop kalo dikeber, bisa ngos-ngosan over heating…
Akhirnya, setelah nggak tidur dengan bener selama semingguan, proposalku jadi juga. Siap dikumpul ke Tim Tugas Akhir dan dinilai Desk Evaluation. Thanks buat semuanya..
Setelah mendapatkan kepastian berupa TOPIK dan JUDUL, akhirnya aku mulai garap Proposal. Garap proposal bisa dibilang gampang-gampang susah, kenapa? Pada awalnya ketika aku sudah ada bayangan apa yang akan kita garap di TA-ku, semuanya terasa menggebu-gebu, pengennya sih langsung implementasi, tapi ternyata ooo ternyata: garap proposal aja susahnya minta ampun. Semua bayangan dan alur proses dari sistem ada di otak, tapi pas mau menorehkannya ke dalam sebuah tulisan itu terasa sangat susah dan malesnya itu amit-amit.
Sebenernya mahasiswa gak usah susah-susah ngerjain proposal, soalnya semua mahasiswa sudah ada template dan buku panduan yang menjelaskan bagaimana menyusun sebuah proposal. Proposal TA terdiri dari empat bab, yaitu: Pendahuluan, Tinjauan Pustaka, Desain Sistem, Daftar Pustaka.
Bab 1 – Pendahuluan aku kerjain di Borromeus sambil ngeronda malem. Huh hah huh hah. Ternyata kurang tidur memang membuat otak tidak jernih berpikir. Belum lagi banyak yang harus dipikirin, rasanya penge n lompat dari gedung tinggi – fiussshh langsung terbang. Hal yang paling sulit adalah berkonsentrasi dan menemukan kata-kata yang terasa pas dan cocok. Biar bahasanya ilmiah tapi tidak terlalu berat dan kesannya modern.
Bab 1 aku sudah kelarrr.. Cuma kurang cuap cuip benerin dan nambahin dikit.
Bab 2 itu tinjauan pustaka, harus belajar dulu. Mana minimal di daftar pustaka ada 10 studi literatur. Ya ampyuunnn…
Semester enam, aku ambil mata kuliah Tugas Akhir 1 (TA1). TA1 mewajibkan mahasiswa untuk menyusun proposal riset tugas akhir yang dijadikan sebagai salah satu pra syarat untuk lulus dan mendapatkan gelar Sarjana (S1) Teknik aka ST.
Setelah proses yang panjang banget, bimbingan kanan kiri atas bawah utara timur barat tenggara selatan balik lagi ke Bandung Selatan alias Dayeuhkolot, akhirnya aku dapat topik dan judul. Ok, aku mau cerita sedikit tentang sejarah aku dapat topik.
Untuk menyusun sebuah tugas akhir, setiap mahasiswa harus punya topik. Topik ini merupakan garis besar TA yang bakal kita kerjakan seperti apa. Setelah dapat topik, barulah kita buat judul. Topik pertama yang menjadi perminatan adalah topik image processing. Kenapa? Karena berdasarkan pengamatan pribadi, topik tersebut cepet dikerjainnya dan buku TA-nya nggak perlu tebel-tebel. Beda dengan temen seperjuanganku selama kuliah si Yogi yang dia memang minat banget ke speech-to-text, aku lebih suka ke image processing. Yogi memang inisiatif tinggi, dia nanya sama Pak Suyanto (dosen MK AI – yang bukunya sudah tersebar ke seluruh pelosok negeri) tentang speech-to-text. Aku ngikut aja mereka diskusi, sampai suatu hari aku diajak ketemuan untuk brain storming di ruangan Pak Suy membahas masalah topik TA. Ya, itu bimbingan pertamaku. Di sana aku yang belum pasti tentang topik image processing akhirnya ngikut aja yang dibuat sama Yogi yaitu speech-to-text dengan metode yang berbeda. Yogi maunya buat offline, aku maunya buat online. Panjang cerita diisi dengan bergalau ria…..
Sempet tersesat juga di topik speech enhancement, apa itu? Intinya memperbaiki data suara digital setelah data tersebut bermigrasi via jaringan voice, tapi ternyata oh ternyata SIRI itu pake jaringan VoIP, jadi batal. Kalau pake VoIP gak usah di-enhancement bu..
Hingga akhirnya mendapat email balasan dari Pak Suy disuruh ikutan ke tim TA yang lagi digarap sama Pak Suy dan kawan-kawan yaitu membuat sebuah aplikasi berbasis mobile Android bertajuk IYO. Apa itu IYO? IYO adalah sebauh aplikasi yang bertugas sebagai assistant pribadi kita mirip SIRI gitu, tapi kerjanya offline (untuk saat ini). IYO itu sebenernya singkatan Internal Organizer. IYO itu kalau Bahasa Jawa artinya adalah Iya, nah kalo orang yang IYO aja artinya orang yang gak bisa nolak, pasti ngikut apa aja yang disuruh.
IYO ini merupakan sebuah aplikasi besar, tapi tugasku spesifik hanya di speech-to-text hingga outputnya adalah sebuah QUERY. Bagaimana sistem kerjanya? Masih rahasia ahhh..
Oya judul TA ku (belum pasti) –> Speech Query pada Aplikasi Berbasis Android: IYO
Ternyata lebih gampang nulis blog ketimbang proposal